Apa bekal Anda?

Apa bekal Anda?

Apa bekal anda?

Kita semua sekolah sejak kecil sampai besar. Kita mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja ataupun untuk berbisnis. Kita tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga mungkin menambahnya dengan kursus ataupun mengambil sekolah lanjutan.

Saya punya beberapa pertanyaan untuk anda. Apa yang sudah anda siapkan untuk pernikahan anda? Bekal materi? Bagaimana dengan bekal nonmateri? Sudahkah anda mempersiapkannya? Seberapa serius anda menyiapkannya? Cukupkah bekal yang anda miliki untuk memasuki gerbang pernikahan? Cukupkah bekal yang anda miliki pada saat anda menikah? Sudahkah anda  menambah bekal anda dalam perjalanan pernikahan anda?

Saya sering tertegun memerhatikan banyak teman dan saudara saya yang memasuki gerbang pernikahan dengan bekal yang sangat minim. Saya sendiri mungkin juga termasuk dalam kategori tersebut. Buktinya, kehidupan pernikahan kami sempat mengalami riak dan badai dalam jangka waktu yang cukup lama. Padahal jika boleh membela diri, saya sejak awal sudah berusaha mengantisipasinya dengan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin terutama bekal mental dan konsep yang matang tentang berkeluarga.

Jika boleh saya mengajak anda untuk melakukan checklist perjalanan persiapan pernikahan anda. Sudah berapa banyak buku tentang kehidupan pernikahan yang anda baca? Bagaimana buku tentang cara berkomunikasi dengan pasangan? Buku tentang perbedaan karakter atau kepribadian? Buku yang membahas tentang perbedaan pria dan wanita?

Bagaimana dengan ceramah dan seminar atau training? Sudah berapa kali anda menghadirinya?

 

Sudah cukupkah bekal kita?

 

Apa bekal anda?

Kita semua sekolah sejak kecil sampai besar. Kita mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja ataupun untuk berbisnis. Kita tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga mungkin menambahnya dengan kursus ataupun mengambil sekolah lanjutan.

Saya punya beberapa pertanyaan untuk anda. Apa yang sudah anda siapkan untuk pernikahan anda? Bekal materi? Bagaimana dengan bekal nonmateri? Sudahkah anda mempersiapkannya? Seberapa serius anda menyiapkannya? Cukupkah bekal yang anda miliki untuk memasuki gerbang pernikahan? Cukupkah bekal yang anda miliki pada saat anda menikah? Sudahkah anda  menambah bekal anda dalam perjalanan pernikahan anda?

Saya sering tertegun memerhatikan banyak teman dan saudara saya yang memasuki gerbang pernikahan dengan bekal yang sangat minim. Saya sendiri mungkin juga termasuk dalam kategori tersebut. Buktinya, kehidupan pernikahan kami sempat mengalami riak dan badai dalam jangka waktu yang cukup lama. Padahal jika boleh membela diri, saya sejak awal sudah berusaha mengantisipasinya dengan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin terutama bekal mental dan konsep yang matang tentang berkeluarga.

Jika boleh saya mengajak anda untuk melakukan checklist perjalanan persiapan pernikahan anda. Sudah berapa banyak buku tentang kehidupan pernikahan yang anda baca? Bagaimana buku tentang cara berkomunikasi dengan pasangan? Buku tentang perbedaan karakter atau kepribadian? Buku yang membahas tentang perbedaan pria dan wanita?

Bagaimana dengan ceramah dan seminar atau training? Sudah berapa kali anda menghadirinya?

 

Sudah cukupkah bekal kita?

 
Buku #MenikahUntukBahagia – @Noveldy dan @BundaNveldy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s